Mohon maaf untuk beberapa waktu ini saya tidak bisa nge-post cerita karena belum ada ide baru dan minggudepan saya UKK.
6/06/2013
5/26/2013
The Black Knight
The Black Knight
Summary: kisah dari sebuah squad yang terjebak ditengah peperangan yang meletus
Genre: Adventure
Rate: N/A
Disclaimer: Ryuka Strucked
Warning: Typo, OOT dll.
Cast: Tom Xaver (sebagai Squad Leader Black Knight dengan menggunakan
Sniper kit), Max Mewning (sebagai ahli komunikasi menggunakan Spec Ops kit),
John Prox (sebagai crusher menggunakan Anti-Tank kit), dan Mark Podolski
(sebagai medis menggunakan medic kit)
Mari kita mulai
cerita ini
Black Knight main base, 13-Mar-2041 12:44:34 P.M.
Tom Xaver POV
“hei Leader kenapa kita tidak membeli persenjataan yang lebih modern, dan kenapa kau masih menyuruh kai menggunakan senjata kuno ini” Tanya John yang tentu saja tidak kujawab. Dipojok ruangan terdengar suara Mark mejawab pertanyaan konyol John barusan. “sudah Leader katakan berkali-kali “kita tidak boleh mengandalkan senjata modern itu, karena itu hanya memanjakan diri kita sendiri” harus dikatakan berapa kali agar kau mengerti?”
“sampai aku tidak menanyakan hal itu lagi” jawab John sambil berlalu keluar. “Orang itu!!!” geram Mark “hei, sudahlah tenang” ucapku menenangkan Mark yang emosinya sudah tinggi.
“ada apa?” jawabku ketika gagang teleponnya sudah kuangkat. Setelah berbicara cukup lama aku pun menutup telepon dan memanggil semua Member Squad Black knight agar berkumpul.
“baik, misi kita kali ini adalah menghalau lajunya pergerakan musuh di New York” ucapku mengawali rapat kali ini “ada pertanyaan?” “sir, apa persenjataan mereka?” Tanya Max. “kita tidak mengetahuinya karena UAV kita dihancurkan. Apa ada pertanyaan lagi?” “apa kami harus membawa Night Vision?” kali ini John yang bertanya. “pertanyaan yang bagus, kalian harus membawa night vision, dan beberapa granat karena informasi yang terakhir didapat mereka menggunakan 10 robot dimasing-masing area. Tidak ada yang bertanya lagi?”.
“baiklah kalau begitu bersiaplah kita berangkat malam ini!” ucapku sambil memasukkan beberapa Ammo kesaku-ku.
Black Knight main base 13-Mar-2041 10:36:15 P.M.
“kalian siap anak-anak?!” teriakku saat melihat mereka sedang memakai parasut. “kami selalu siap” jawab mereka kompak. “baik jadi rencana kita adalah menahan pergerakan musuh sampai presiden dievakuasi, kalian mengerti?!” “siap” jawab mereka.
15 menit setelah keberangkatan
Normal POV
“kau pernah melakukan ini?” Tanya John ke Max. “ya, Aku pernah melakukan ini, tapi itu sangat lama sekali” jawab Max. “baiklah, ketika kita sudah mendarat kita harus bergerak cepat ke restoran Beef Café. Kalian mengerti?” kata Tom yang diakhiri dengan pertananyaan darinya. “baiklah kalau tidak ada yang bertanya.sekarang ayo melompat” perintah Tom.
“New york I’m coming!!!!” teriak Max dan John bersamaan
“tenanglah, ini tidaklah sulit” ucap Tom menenangkan Mark yang ketakutan karena ini pertama kalinya ia terjun menggunakan parasut.
“b-baiklah...” jawab Mark sambil berjalan ke pinggir tepian pintu muatan
“Just like old times..” pikir Tom sebelum menyusul pasukan Squadnya
5 menit setelah penerjunan
beef café
beef café
“oke, sekarang kita menyebar. tapi sebelum kita melaksanakan misi ini sebaiknya kita mengisi perbekalan karena kita tidak tahu berapa lama kita menjalankan misi ini”
TBC
5/04/2013
The Last Assassin chapter 2
The Last Assassins
Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor
Assassins.
Genre:
Adventure/Romance
Rate: M for
Strong language and blood.
Disclaimer:
Ryuka Strucked
Warning:
Typo, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY
Cast: Alex
hawkeye , Teressa Highen , warga, Andrew Strucker, Jack Hawkeye, Raven Hawkeye,
Helena Hills, Sam Lox, dll.
A/N: maaf
kalau ceritanya dibuat seperti paragraph padahal chapter 1nya enggak dibuat
seperti paragraf
Chapter 2: Shadow
Company
Normal POV
London, England, 24-05-1716
Central
Library, London, England
“jadi tinggi
menara itu sekitar 27 meter dan ada 2 jalan satu melewati pintu dilantai
pertama dan yang 1 lagi adalah memanjat” pikir Alex sambil melihat struktur
Menara London disalah satu buku lalu Alex pun menyobek kertas itu dan
memasukkannya ke saku bajunya.
“Malam ini
Aku harus menyelamatkan Teressa” ucap Alex menyemangati dirinya lalu beranjak
pergi
Pada malam
harinya Alex pun mulai memanjat pertahanan luar menara London tanpa diketahui
oleh para penjaga. Dan ketika berada diatas Alex pun mendekati salah satu
penjaga yang setengah tertidur. Ketika ia berada dibelakang penjaga itu Alex
pun meregangkan kedua tangannya lalu ia melompat ke penjaga itu lalu tangan
kanannya digunakan untuk menahan teriakan si penjaga sedangkan tangan kirinya
digunakan untuk menusuk leher penjaga itu hingga tembus cukup dalam. Penjaga
itu pun mati dalam hitungan detik.
Satu persatu
prajurit dipertahanan luar gugur. Dan ketika prajurit terakhir sudah jatuh Alex
pun masuk ke dalam menara London melewati pintu yang tidak dijaga. Lalu ia
mulai pencarian tempat Teressa ditawan. Alex pun berhenti melakukan
pencariannya ketika ia melihat sebuah pintu yang dijaga seorang prajurit
bertubuh besar. Sambil merayap ditembok Alex pun mendekati prajurit dan
melempar sebuah pisau kearah jantung prajurit itu. Pisau itu berputar 2 kali
sebelum menancap dijantung prajurit itu.
Setelah Alex
rasa cukup aman, ia pun keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil pisau
di mayat prajurit tadi. Setelah itu Alex pun membuka pintu yang tadi dijaga
dengan perlahan. Dan ketika pintu dibuka sepenuhnya terlihat 2 orang prajurit
yang sedang tidur di meja yang berjarak 1 meter dari tempat Teressa.
“hmph!!!”
teriak Teressa namun suaranya teredam oleh kain yang menyumpal mulutnya. Alex
pun dengan cepat mengeluarkan belati dari pinggangnya dan bilah tersembunyi
miliknya secara bersamaan. Lalu kedua prajurit itu sepertinya terkejut melihat
kedatangan seorang assassin secara tiba-tiba.
Saat
prajurit pertama baru bangkit ia sudah kehilangan keseimbangan dan kembali
jatuh terduduk dan terlihat sebuah pisau menancap didadanya dan memuncratkan
darah segar. Lalu Alex berguling kekanan tepat pada saat prajurit satu lagi
melemparkan pisau kecil dari saku bajunya. Pisau itu berada beberapa inchi dari
kepala Alex. “fiuh hampir saja” syukur Alex dalam hatinya. Sebagai serangan
balasan Alex melompat dan menusukkan bilahnya ke leher prajurit terakhir itu.
Setelah itu
prajurit itu terjatuh dengan suara berdeguk yang memualkan. Setelah mengambil
pisau dari prajurit pertama Alex memotong tali yang mengikat pergelangan tangan
dan kaki Teressa. Lalu Teressa pun membuka kain yang menyumpal mulutnya
sendiri. “Terima kasih. Tapi siapa kau?” Tanya Teressa sambil menatap Alex
dengan bingung. “Kau akan tahu siapa aku sebenarnya... Aku adalah orang yang
kau lupakan” jawab Alex yang membuat Teressa tambah bingung. “lalu siapa yang
menyuruhmu menyelamatkanku?” Tanya Teressa dengan nada jengkel. “Lox, Sam Lox.
Kau kenal dia?” Tanya Alex. “ya aku kenal dia. Dia adalah master assassins
bukan?” jawab Teressa sambil memiringkan kepalanya sedikit.
“cepat kita
harus pergi!!!” ucap Alex setelah ia mendengar teriakan-teriakan dari prajurit
lain. “lewat sini..” kata Alex sambil menarik tangan Teressa. PRANG!!!!.
“Teressa... Kau harus lompat ke kereta yang dipenuhi jerami itu.. kau
mengerti?” Perintah Alex sambil menunjuk gerobak jerami yang terparkir dibawah.
“Aku mengerti. Tapi sebelum aku meloncat beri tahu dulu siapa dirimu?” “aku
Alex” jawab Alex untuk menjawab pertanyaan Teressa sebelum ia melompat. “k-kau
Alex Hawkeye?” Tanya Teressa. Namun Alex tidak menjawabnya Alex lebih memilih
mendorongnya ke gerobak dibawah yang sudah disiapkan.
“Terima
kasih Alex!!!” teriak Teressa sebelum dibawa pergi oleh seekor kuda. Setelah
melihat kepergian Teressa, Alex pun membalikkan badannya dan melawan 6 musuhnya
yang baru saja masuk dan menatap Alex dengan ngeri. “bagus... ketakutan mereka
adalah senjata utama bagiku sekarang. Semakin mereka takut semakin mereka mudah
dikalahkan” pikir Alex. Ia pun mulai maju selangkah demi selangkah dan....
dengan bidikan yang mematikan ia melempar 2 pisau untuk membunuh 2 prajurit
yang baru saja tiba. 2 jatuh sisa 4. Alex pun menerjang prajurit yang masih
terkejut dengan pembunuhan kedua rekannya. Dengan menusuk kaki kanannya lalu
menebas kepalanya ia pun mati dengan cepat. 1 jatuh lagi sisa 1. Alex pun
berbalik dan menahan pedang prajurit terakhir itu. “dia sudah pulih dari
keterkejutannya” pikir Alex. Suara denting baja pun terdengar, pada akhirnya
Alex melancarkan serangan penutup dengan berlari, lalu berguling kebelakang
prajurit itu dan menusuk rusuknya dari belakang.
Sekarang
Alex berdiri di genangan darah dikelilingi oleh 6 mayat prajurit yang berserakkan.
“sial...” gerutu Alex saat melihat luka tusuk luar diperutnya.
4/14/2013
5 Tempat menarik di Moskow
Bila Anda kebetulan mengunjungi
Moskow tapi tak punya banyak waktu, jangan kecewa. Hematlah waktu Anda dan
langsung kunjungi lima tempat paling menarik di Moskow berikut
ini.
Lapangan Merah

Dibangun pada abad ke-15, Lapangan Merah (Red Square) adalah alun-alun khas Moskow yang awalnya berfungsi untuk kegiatan publik seperti perayaan keagamaan, pembacaan pengumuman pemerintah bahkan eksekusi hukuman mati. Lapangan ini dulu bernama Trinity Square karena katedralnya dulu bernama Trinity Cathedral.
Dibangun pada abad ke-15, Lapangan Merah (Red Square) adalah alun-alun khas Moskow yang awalnya berfungsi untuk kegiatan publik seperti perayaan keagamaan, pembacaan pengumuman pemerintah bahkan eksekusi hukuman mati. Lapangan ini dulu bernama Trinity Square karena katedralnya dulu bernama Trinity Cathedral.
Kremlin

Mendengar nama “Kremlin” rasanya seram dan sangat “tirai besi”. Maklum, Kremlin merupakan nama julukan yang diberikan kepada penguasa tertinggi Soviet pada tahun 1922-1991. Namun sebenarnya nama Kremlin berarti benteng, dan banyak kota-kota lain di Rusia yang memiliki kremlin.
Kremlin adalah sebuah kompleks bangunan bersejarah yang terletak di tengah kota yang masing-masing sisinya berbatasan dengan sungai Moskow di selatan, Katedral St. Basil di timur dan taman Alexander di barat. Beberapa gereja khas Rusia dengan kubah-kubah emasnya sangat cantik.
Mendengar nama “Kremlin” rasanya seram dan sangat “tirai besi”. Maklum, Kremlin merupakan nama julukan yang diberikan kepada penguasa tertinggi Soviet pada tahun 1922-1991. Namun sebenarnya nama Kremlin berarti benteng, dan banyak kota-kota lain di Rusia yang memiliki kremlin.
Kremlin adalah sebuah kompleks bangunan bersejarah yang terletak di tengah kota yang masing-masing sisinya berbatasan dengan sungai Moskow di selatan, Katedral St. Basil di timur dan taman Alexander di barat. Beberapa gereja khas Rusia dengan kubah-kubah emasnya sangat cantik.
Bolshoi Theatre

Bolshoi adalah sebuah perusahaan balet terkemuka di dunia. Gedung pertunjukannya ada di Moskow dan St. Petersburg. Idealnya, ke Rusia jangan sampai melewatkan pertunjukan balet Bolshoi di teaternya yang memiliki interior mewah dan akustik luar biasa. Namun jadwal pertunjukan Bolshoi tidak selalu ada tiap hari, apalagi harga tiketnya juga tidak murah. Maka bila Anda tidak dapat menonton pertunjukannya, cukup datangi saja gedung teater Bolshoi dan nikmati kemegahan serta keindahannya.
Bolshoi adalah sebuah perusahaan balet terkemuka di dunia. Gedung pertunjukannya ada di Moskow dan St. Petersburg. Idealnya, ke Rusia jangan sampai melewatkan pertunjukan balet Bolshoi di teaternya yang memiliki interior mewah dan akustik luar biasa. Namun jadwal pertunjukan Bolshoi tidak selalu ada tiap hari, apalagi harga tiketnya juga tidak murah. Maka bila Anda tidak dapat menonton pertunjukannya, cukup datangi saja gedung teater Bolshoi dan nikmati kemegahan serta keindahannya.
Stasiun kereta bawah
tanah

Kereta bawah tanah atau subway Moskow adalah salah satu yang paling dalam di dunia (jalur yang paling dalam sampai 84 meter ke bawah tanah) dan memiliki stasiun yang memiliki desain unik dan megah. Setiap stasiun bagaikan galeri seni. Masuk ke dalam stasiun bawah tanah Moscow akan langsung terasa “dingin” dan berbeda, apalagi dibandingkan dengan stasiun bawah tanah negara-negara Barat yang dibuat sangat fungsional.
Kereta bawah tanah atau subway Moskow adalah salah satu yang paling dalam di dunia (jalur yang paling dalam sampai 84 meter ke bawah tanah) dan memiliki stasiun yang memiliki desain unik dan megah. Setiap stasiun bagaikan galeri seni. Masuk ke dalam stasiun bawah tanah Moscow akan langsung terasa “dingin” dan berbeda, apalagi dibandingkan dengan stasiun bawah tanah negara-negara Barat yang dibuat sangat fungsional.
Jembatan
Luzhkov

Di Moskow, Jembatan Luzhkov menjadi tempat para pengantin memasang gembok tanda kekekalan cinta. Biasanya mereka terlebih dahulu berfoto di pelaminan yang terbuat dari batu di ujung jembatan, kemudian dilanjutkan berjalan ke jembatan untuk memasang gembok. Di atas jembatan tersedia beberapa pohon besi untuk menggantungkan gembok dengan ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi, juga ada nama pengantin pria dan wanitanya. Ini adalah wisata unik dan gratis!
Di Moskow, Jembatan Luzhkov menjadi tempat para pengantin memasang gembok tanda kekekalan cinta. Biasanya mereka terlebih dahulu berfoto di pelaminan yang terbuat dari batu di ujung jembatan, kemudian dilanjutkan berjalan ke jembatan untuk memasang gembok. Di atas jembatan tersedia beberapa pohon besi untuk menggantungkan gembok dengan ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi, juga ada nama pengantin pria dan wanitanya. Ini adalah wisata unik dan gratis!
Sumber: Terselubung
4/13/2013
The Last Assassins Chapter 1
The Last Assassins
Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor
Assassins.
Genre:
Adventure/Romance
Rate: M for
Strong language.
Disclaimer:
Ryuka Strucked
Warning:
Typo, OOC, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY
Cast: Alex
hawkeye(15 tahun) , Teressa Highen(15 tahun) , warga, Andrew Strucker(35 tahun), Jack Hawkeye(unknown), Raven Hawkeye(unknown),
Helena Hills(unknown), Sam Lox(40 tahun), dll.
Chapter 1: The beginning
Happy
Reading my first fanfic!!!
England,
13-09-1724
“Kejar bajingan itu jangan sampai Ia lolos!!” Teriak seorang Panglima kerajaan “Ia sudah membunuh Raja!!!”
“Kejar bajingan itu jangan sampai Ia lolos!!” Teriak seorang Panglima kerajaan “Ia sudah membunuh Raja!!!”
Alex masih mendengar kalimat itu walaupun jarak antara ia dengan pengejarnya sudah cukup jauh….
Tap… tap… tap… tap... hah... hah... hah... Drap... Drap...
“itu dia!!! Siapkan senjata kalian!! kita akan memojokannya dijurang” Perintah sang Panglima
“Sial” pikir Alex ketika ia sudah berada dipinggir jurang
“tembak Dia!!!”
Srek.... tembak!!! Jduar...
“Ukh..”
“.... mungkin aku memang tidak pantas menjadi assassin seperti Jack Hawkeye sang master assassins di Spanyol” pikir Alex sambil bersiap melakukan lompatan dengan timah panas yang mennggores rusuknya cukup dalam
“ha ha ha ha.... kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi tikus kecil.” Ujar Panglima tersebut sambil tertawa “Kau sudah terjebak ditebing ini jadi menyerahlah!”
“Tidak semudah itu” Jduar....
“bajingan...” Ucap Alex sebelum diriku melakukan Leap Of Faith ke sungai dibawah
sana.
“ Apa Kau Gila!!!! ” teriak si
panglima itu.
Gelap dan gelap. Itulah yang
kupikir... dan yang terakhir kuingat adalah aku terjatuh ke sungai dibawah sana
Byur...
Spanyol , 14-02-1576
Aku berdiri diujung atap tower dan memandang dua orang Assassins
didepanku.
“Fokuskan dirimu... konsentrasikan
pikiranmu pada lompatan.... ” Ucap seorang Assassin yang berada dikiri yang
tidak lain adalah Raven Hawkeye dan yang dikanan adalah Jack Hawkeye mentor
Assassins Spanyol.
“Kau mengerti?” itulah yang dikatakan
Raven saat ingin melompat
“tentu saja” jawab Jack dengan
santai. Padahal sebetulnya Ia kurang paham apa maksudnya.
“baiklah kalau begitu melompatlah ke
gerobak jerami itu!”
Jack tidak menjawab apa yang Ayahnya
perintahkan... karena dia sedang memikirkan sorang wanita yang telah mengambil
hatinya. Ya dia adalah Helena Hills, Wanita berambut panjang dan bergelombang.
“ hei ayo kita melompat...” ucap
ayahnya sebelum Ia melompat ke 55 meter kebawah sana.
“huft... menyusahkan” itulah yang
kata terakhir yangdiucapkannya sebelum menyusul ayahnya yang meloncat lebih
dulu
Setelah itu gelap
Lalu
Lalu
“Ugh...” erang Alex saat bangun dari
ketidaksadarannya.
“Mimpi itu datang lagi...” ucap Alex setelah berhasil duduk.
“Cari dia!!! Kita harus memastikan Bajingan
itu mati!!”
“Siap Sir!”
“fiuh.. untung saja aku terseret
kearah semak-semak ini” pikir Alex setelah mendengar percakapan mereka diatas batu
yang berjarak 5 meter dari tempatnya sekarang.
Berkshire, England, 15-09-1724
Normal POV
“ Siap sir ” ucap Alex kepada Mentor
Assassins England Sam Lox.
Disinilah para Assassins tinggal di Windsor
Castle. Tempat yang strategis untuk bertahan dari serangan maupun menyerang
balik para penyerang. Kali ini Alex mendapat tugas membebaskan putri bangsawan
Teressa Highen yang disekap oleh Shadow Company . Wanita berambut sebahu dan
menggunakan kacamata. Sifatnya pun sulit ditebak terkadang Feminim terkadang
sedikit tomboy.
“Shadow Company beraksi lagi ya?”
Tanya Alex pada dirinya sendiri saat berjalan kearah kandang kuda “dan kali ini
sasarannya adalah Teressa Highen. Argh... kenapa harus dia?! Dan kenapa Aku
masih tidak bisa melupakannya”
FlashBack on
Normal POV
Berkshire, England, 19-05-1716
“selamat ulang tahunmu yang ketujuh!!” teriak
seorang anak laki-laki kepada seorang anak perempuan yang cantik
“terima kasih Alex” jawab anak
perempuan itu sambil tersenyum
“sama-sama Teressa, oh iya Aku lupa.
Ini untukmu” ucap Alex sambil memberikan kue coklat kepada Teressa
Cup...
“eh eh.... ke-kenapa kau mencium
keningku...” ucap Alex dengan muka yang merah karena malu
“karena aku sayang denganmu. Satu lagi
terimakasih atas kuenya” jawab Teressa sambil berjalan pergi
FlashBack off
Alex Hawkeye POV
“tolong siapkan kudaku” kata Alex kepada
penjaga kandang ketika ia sampai dikandang kuda
“siap Maestro Alex” jawab penjaga
kandang itu lalu berlalu pergi kearah kuda Alex yang bernama Arthur
15 menit kemudian
“ini kudamu Maestro” ucap penjaga
kandang itu
“Grazie Jevon” jawab Alex kepada
penjaga kandang yang bernama Jevon
“Arthur, Kau siap?” Tanya Alex pada kudanya yang bernama Arthur. Dan dibalas dengan ringkikan “bagus ayo kita berangkat!!” ucapku sambil
menyentakkan tali kekang kudaku.
“Teressa
bertahanlahaku akan menyelamatkanmu” ucap Alex dalam hati sambil terus melaju kearah
London
Drap.... drap....
drap....
K-Café, London, England
“kau tahu wanita yang ditawan orang-orang misterius itu?” Tanya seorang pemilik kedai kepada seorang prajurit Inggris yang sedang mabuk
“ya ya aku tahu Wanita itu ditawan di tingkat tertinggi dimenara London hik... hik..” jawab prajurit sambil meminum beernya lagi.
Karena tertarik dengan percakapan kedua orang tersebut Alex pun mendekati mereka berdua lalu duduk disamping prajurit mabuk itu sambil memesan segelas wine.
“tolong Winenya...” ucap Alex sambil mendengarkan celotehan prajurit mabuk disampingnya
“ini sir” jawab Bartender sambil memberikan segelas Wine ke Alex
“terima kasih”
45 menit kemudian. Prajurit mabuk ditemukan tewas di pinggir jalan. Idak ada yang tahu tentang pembunuhan ini kecuali.... Alex sendiri.
30 menit yang lalu
“Prajurit mabuk itu akan pergi.. sebaiknya-ku ikuti saja dia” pikir Alex saat melihat prajurit itu akan pergi
“ini saatnya.” Pikir Alex sebelum melompat dan...
Snik... bruk..
“katakan bagaimana cara masuk ke menara London?!!” Tanya Alex kepada prajurit yang terbaring di bawahnya dengan luka gores yang cukup dalam di lehernya
“ti...tidak a..d..a y..y..ang bisa menerobos masuk... ta--” jawab prajurit itu di saat terakhirnya
“Bajingan... tapi mau bagaimana lagi... Rest In Pace” ucap Alex dengan pelan sambil menutup mata jasad prajurit itu dan membersihkan darah dibilahnya dengan mengusapkannya ke baju prajurit itu
“lain kali bersikaplah lebih lembut” pikir Alex memarahi dirinya sendiri sebelum beranjak pergi meninggalkan seorang prajurit yang berada dikubangan darah.
Normal POV
London, England, 23-05-1716
Alex pun sampai ditempat tujuannya menara London. Tapi sebelum Ia menyelamatkan Teressa. Ia harus menggali informasi lebih dalam tentang tempat Teressa sekarang. Tujuan pertamanya adalah Kedai dipinggir jalan.
Alex pun sampai ditempat tujuannya menara London. Tapi sebelum Ia menyelamatkan Teressa. Ia harus menggali informasi lebih dalam tentang tempat Teressa sekarang. Tujuan pertamanya adalah Kedai dipinggir jalan.
K-Café, London, England
“kau tahu wanita yang ditawan orang-orang misterius itu?” Tanya seorang pemilik kedai kepada seorang prajurit Inggris yang sedang mabuk
“ya ya aku tahu Wanita itu ditawan di tingkat tertinggi dimenara London hik... hik..” jawab prajurit sambil meminum beernya lagi.
Karena tertarik dengan percakapan kedua orang tersebut Alex pun mendekati mereka berdua lalu duduk disamping prajurit mabuk itu sambil memesan segelas wine.
“tolong Winenya...” ucap Alex sambil mendengarkan celotehan prajurit mabuk disampingnya
“ini sir” jawab Bartender sambil memberikan segelas Wine ke Alex
“terima kasih”
45 menit kemudian. Prajurit mabuk ditemukan tewas di pinggir jalan. Idak ada yang tahu tentang pembunuhan ini kecuali.... Alex sendiri.
30 menit yang lalu
“Prajurit mabuk itu akan pergi.. sebaiknya-ku ikuti saja dia” pikir Alex saat melihat prajurit itu akan pergi
“ini saatnya.” Pikir Alex sebelum melompat dan...
Snik... bruk..
“katakan bagaimana cara masuk ke menara London?!!” Tanya Alex kepada prajurit yang terbaring di bawahnya dengan luka gores yang cukup dalam di lehernya
“ti...tidak a..d..a y..y..ang bisa menerobos masuk... ta--” jawab prajurit itu di saat terakhirnya
“Bajingan... tapi mau bagaimana lagi... Rest In Pace” ucap Alex dengan pelan sambil menutup mata jasad prajurit itu dan membersihkan darah dibilahnya dengan mengusapkannya ke baju prajurit itu
“lain kali bersikaplah lebih lembut” pikir Alex memarahi dirinya sendiri sebelum beranjak pergi meninggalkan seorang prajurit yang berada dikubangan darah.
TBC
“Jangan sampai dendam membebani pikiranmu, saudaraku karna itu tidak ada manfaatnya” - Malik (Assassin's Creed Secret Crusade)
A/N:
Drap: suara langkah kuda
Tap: suara langkah kaki
Srek: suara senjata dikokang/reload
Langganan:
Postingan (Atom)