6/06/2013

Mohon Maaf karena tidak nge-post cerita selama beberapa hari terakhir

Mohon maaf untuk beberapa waktu ini saya tidak bisa nge-post cerita karena belum ada ide baru dan minggudepan saya UKK.

5/26/2013

The Black Knight



The Black Knight



Summary: kisah dari sebuah squad yang terjebak ditengah peperangan yang meletus
Genre: Adventure
Rate: N/A
Disclaimer: Ryuka Strucked
Warning: Typo, OOT dll.
Cast: Tom Xaver (sebagai Squad Leader Black Knight dengan menggunakan Sniper kit), Max Mewning (sebagai ahli komunikasi menggunakan Spec Ops kit), John Prox (sebagai crusher menggunakan Anti-Tank kit), dan Mark Podolski (sebagai medis menggunakan medic kit) 
Mari kita mulai cerita ini


Black Knight main base, 13-Mar-2041 12:44:34 P.M.

Tom Xaver POV


“hei Leader kenapa kita tidak membeli persenjataan yang lebih modern, dan kenapa kau masih menyuruh kai menggunakan senjata kuno ini” Tanya John yang tentu saja tidak kujawab. Dipojok ruangan terdengar suara Mark mejawab pertanyaan konyol John barusan. “sudah Leader katakan berkali-kali “kita tidak boleh mengandalkan senjata modern itu, karena itu hanya memanjakan diri kita sendiri” harus dikatakan berapa kali agar kau mengerti?”

“sampai aku tidak menanyakan hal itu lagi” jawab John sambil berlalu keluar. “Orang itu!!!” geram Mark “hei, sudahlah tenang” ucapku menenangkan Mark yang emosinya sudah tinggi.

“ada apa?” jawabku ketika gagang teleponnya sudah kuangkat. Setelah berbicara cukup lama aku pun menutup telepon dan memanggil semua Member Squad Black knight agar berkumpul.

“baik, misi kita kali ini adalah menghalau lajunya pergerakan musuh di New York” ucapku mengawali rapat kali ini “ada pertanyaan?” “sir, apa persenjataan mereka?” Tanya Max. “kita tidak mengetahuinya karena UAV kita dihancurkan. Apa ada pertanyaan lagi?” “apa kami harus membawa Night Vision?” kali ini John yang bertanya. “pertanyaan yang bagus, kalian harus membawa night vision, dan beberapa granat karena informasi yang terakhir didapat mereka menggunakan 10 robot dimasing-masing area. Tidak ada yang bertanya lagi?”.

“baiklah kalau begitu bersiaplah kita berangkat malam ini!” ucapku sambil memasukkan beberapa Ammo kesaku-ku.

Black Knight main base 13-Mar-2041 10:36:15 P.M.

“kalian siap anak-anak?!” teriakku saat melihat mereka sedang memakai parasut. “kami selalu siap” jawab mereka kompak. “baik jadi rencana kita adalah menahan pergerakan musuh sampai presiden dievakuasi, kalian mengerti?!” “siap” jawab mereka.

15 menit setelah keberangkatan
Normal POV

“kau pernah melakukan ini?” Tanya John ke Max. “ya, Aku pernah melakukan ini, tapi itu sangat lama sekali” jawab Max. “baiklah, ketika kita sudah mendarat kita harus bergerak cepat ke restoran Beef Café. Kalian mengerti?” kata Tom yang diakhiri dengan pertananyaan darinya. “baiklah kalau tidak ada yang bertanya.sekarang ayo melompat” perintah Tom.

“New york I’m coming!!!!” teriak Max dan John bersamaan

“tenanglah, ini tidaklah sulit” ucap Tom menenangkan Mark yang ketakutan karena ini pertama kalinya ia terjun menggunakan parasut.

“b-baiklah...” jawab Mark sambil berjalan ke pinggir tepian pintu muatan

“Just like old times..” pikir Tom sebelum menyusul pasukan Squadnya

5 menit setelah penerjunan
beef café

“oke, sekarang kita menyebar. tapi sebelum kita melaksanakan misi ini sebaiknya kita mengisi perbekalan karena kita tidak tahu berapa lama kita menjalankan misi ini”

TBC

5/04/2013

The Last Assassin chapter 2

The Last Assassins

Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor Assassins.

Genre: Adventure/Romance

Rate: M for Strong language and blood.

Disclaimer: Ryuka Strucked

Warning: Typo, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY
Cast: Alex hawkeye , Teressa Highen , warga, Andrew Strucker, Jack Hawkeye, Raven Hawkeye, Helena Hills, Sam Lox, dll.

A/N: maaf kalau ceritanya dibuat seperti paragraph padahal chapter 1nya enggak dibuat seperti paragraf

Chapter 2: Shadow Company


Normal POV

London, England, 24-05-1716

Central Library, London, England

“jadi tinggi menara itu sekitar 27 meter dan ada 2 jalan satu melewati pintu dilantai pertama dan yang 1 lagi adalah memanjat” pikir Alex sambil melihat struktur Menara London disalah satu buku lalu Alex pun menyobek kertas itu dan memasukkannya ke saku bajunya.

“Malam ini Aku harus menyelamatkan Teressa” ucap Alex menyemangati dirinya lalu beranjak pergi

Pada malam harinya Alex pun mulai memanjat pertahanan luar menara London tanpa diketahui oleh para penjaga. Dan ketika berada diatas Alex pun mendekati salah satu penjaga yang setengah tertidur. Ketika ia berada dibelakang penjaga itu Alex pun meregangkan kedua tangannya lalu ia melompat ke penjaga itu lalu tangan kanannya digunakan untuk menahan teriakan si penjaga sedangkan tangan kirinya digunakan untuk menusuk leher penjaga itu hingga tembus cukup dalam. Penjaga itu pun mati dalam hitungan detik.

Satu persatu prajurit dipertahanan luar gugur. Dan ketika prajurit terakhir sudah jatuh Alex pun masuk ke dalam menara London melewati pintu yang tidak dijaga. Lalu ia mulai pencarian tempat Teressa ditawan. Alex pun berhenti melakukan pencariannya ketika ia melihat sebuah pintu yang dijaga seorang prajurit bertubuh besar. Sambil merayap ditembok Alex pun mendekati prajurit dan melempar sebuah pisau kearah jantung prajurit itu. Pisau itu berputar 2 kali sebelum menancap dijantung prajurit itu.

Setelah Alex rasa cukup aman, ia pun keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil pisau di mayat prajurit tadi. Setelah itu Alex pun membuka pintu yang tadi dijaga dengan perlahan. Dan ketika pintu dibuka sepenuhnya terlihat 2 orang prajurit yang sedang tidur di meja yang berjarak 1 meter dari tempat Teressa.

“hmph!!!” teriak Teressa namun suaranya teredam oleh kain yang menyumpal mulutnya. Alex pun dengan cepat mengeluarkan belati dari pinggangnya dan bilah tersembunyi miliknya secara bersamaan. Lalu kedua prajurit itu sepertinya terkejut melihat kedatangan seorang assassin secara tiba-tiba.

Saat prajurit pertama baru bangkit ia sudah kehilangan keseimbangan dan kembali jatuh terduduk dan terlihat sebuah pisau menancap didadanya dan memuncratkan darah segar. Lalu Alex berguling kekanan tepat pada saat prajurit satu lagi melemparkan pisau kecil dari saku bajunya. Pisau itu berada beberapa inchi dari kepala Alex. “fiuh hampir saja” syukur Alex dalam hatinya. Sebagai serangan balasan Alex melompat dan menusukkan bilahnya ke leher prajurit terakhir itu.

Setelah itu prajurit itu terjatuh dengan suara berdeguk yang memualkan. Setelah mengambil pisau dari prajurit pertama Alex memotong tali yang mengikat pergelangan tangan dan kaki Teressa. Lalu Teressa pun membuka kain yang menyumpal mulutnya sendiri. “Terima kasih. Tapi siapa kau?” Tanya Teressa sambil menatap Alex dengan bingung. “Kau akan tahu siapa aku sebenarnya... Aku adalah orang yang kau lupakan” jawab Alex yang membuat Teressa tambah bingung. “lalu siapa yang menyuruhmu menyelamatkanku?” Tanya Teressa dengan nada jengkel. “Lox, Sam Lox. Kau kenal dia?” Tanya Alex. “ya aku kenal dia. Dia adalah master assassins bukan?” jawab Teressa sambil memiringkan kepalanya sedikit.

“cepat kita harus pergi!!!” ucap Alex setelah ia mendengar teriakan-teriakan dari prajurit lain. “lewat sini..” kata Alex sambil menarik tangan Teressa. PRANG!!!!. “Teressa... Kau harus lompat ke kereta yang dipenuhi jerami itu.. kau mengerti?” Perintah Alex sambil menunjuk gerobak jerami yang terparkir dibawah. “Aku mengerti. Tapi sebelum aku meloncat beri tahu dulu siapa dirimu?” “aku Alex” jawab Alex untuk menjawab pertanyaan Teressa sebelum ia melompat. “k-kau Alex Hawkeye?” Tanya Teressa. Namun Alex tidak menjawabnya Alex lebih memilih mendorongnya ke gerobak dibawah yang sudah disiapkan.

“Terima kasih Alex!!!” teriak Teressa sebelum dibawa pergi oleh seekor kuda. Setelah melihat kepergian Teressa, Alex pun membalikkan badannya dan melawan 6 musuhnya yang baru saja masuk dan menatap Alex dengan ngeri. “bagus... ketakutan mereka adalah senjata utama bagiku sekarang. Semakin mereka takut semakin mereka mudah dikalahkan” pikir Alex. Ia pun mulai maju selangkah demi selangkah dan.... dengan bidikan yang mematikan ia melempar 2 pisau untuk membunuh 2 prajurit yang baru saja tiba. 2 jatuh sisa 4. Alex pun menerjang prajurit yang masih terkejut dengan pembunuhan kedua rekannya. Dengan menusuk kaki kanannya lalu menebas kepalanya ia pun mati dengan cepat. 1 jatuh lagi sisa 1. Alex pun berbalik dan menahan pedang prajurit terakhir itu. “dia sudah pulih dari keterkejutannya” pikir Alex. Suara denting baja pun terdengar, pada akhirnya Alex melancarkan serangan penutup dengan berlari, lalu berguling kebelakang prajurit itu dan menusuk rusuknya dari belakang.

Sekarang Alex berdiri di genangan darah dikelilingi oleh 6 mayat prajurit yang berserakkan. “sial...” gerutu Alex saat melihat luka tusuk luar diperutnya.

4/14/2013


5 Tempat menarik di Moskow
Bila Anda kebetulan mengunjungi Moskow tapi tak punya banyak waktu, jangan kecewa. Hematlah waktu Anda dan langsung kunjungi lima tempat paling menarik di Moskow berikut ini.



Lapangan Merah
5 Tempat Menarik di Mosko …
Dibangun pada abad ke-15, Lapangan Merah (Red Square) adalah alun-alun khas Moskow yang awalnya berfungsi untuk kegiatan publik seperti perayaan keagamaan, pembacaan pengumuman pemerintah bahkan eksekusi hukuman mati. Lapangan ini dulu bernama Trinity Square karena katedralnya dulu bernama Trinity Cathedral.



Kremlin
5 Tempat Menarik di Mosko …
Mendengar nama “Kremlin” rasanya seram dan sangat “tirai besi”. Maklum, Kremlin merupakan nama  julukan yang diberikan kepada penguasa tertinggi Soviet pada tahun 1922-1991. Namun sebenarnya nama Kremlin berarti benteng, dan banyak kota-kota lain di Rusia yang memiliki kremlin.
Kremlin adalah sebuah kompleks bangunan bersejarah yang terletak di tengah kota yang masing-masing sisinya berbatasan dengan sungai Moskow di selatan, Katedral St. Basil di timur dan taman Alexander di barat. Beberapa gereja khas Rusia dengan kubah-kubah emasnya sangat cantik. 



Bolshoi Theatre
5 Tempat Menarik di Mosko …
Bolshoi adalah sebuah perusahaan balet terkemuka di dunia. Gedung pertunjukannya ada di Moskow dan St. Petersburg. Idealnya, ke Rusia jangan sampai melewatkan pertunjukan balet Bolshoi di teaternya yang memiliki interior mewah dan akustik luar biasa. Namun jadwal pertunjukan Bolshoi tidak selalu ada tiap hari, apalagi harga tiketnya juga tidak murah. Maka bila Anda tidak dapat menonton pertunjukannya, cukup datangi saja gedung teater Bolshoi dan nikmati kemegahan serta keindahannya. 



Stasiun kereta bawah tanah
5 Tempat Menarik di Mosko …
Kereta bawah tanah atau subway Moskow adalah salah satu yang paling dalam di dunia (jalur yang paling dalam sampai 84 meter ke bawah tanah) dan memiliki stasiun yang memiliki desain unik dan megah. Setiap stasiun bagaikan galeri seni. Masuk ke dalam stasiun bawah tanah Moscow akan langsung terasa “dingin” dan berbeda, apalagi dibandingkan dengan stasiun bawah tanah negara-negara Barat yang dibuat sangat fungsional.


Jembatan Luzhkov
5 Tempat Menarik di Mosko …
Di Moskow, Jembatan Luzhkov menjadi tempat para pengantin memasang gembok tanda kekekalan cinta. Biasanya mereka terlebih dahulu berfoto di pelaminan yang terbuat dari batu di ujung jembatan, kemudian dilanjutkan berjalan ke jembatan untuk memasang gembok. Di atas jembatan tersedia beberapa pohon besi untuk menggantungkan gembok dengan ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi, juga ada nama pengantin pria dan wanitanya. Ini adalah wisata unik dan gratis!


Sumber: Terselubung

4/13/2013

The Last Assassins Chapter 1

The Last Assassins
 
Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor Assassins.
Genre: Adventure/Romance
Rate: M for Strong language.
Disclaimer: Ryuka Strucked
Warning: Typo, OOC, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY
Cast: Alex hawkeye(15 tahun) , Teressa Highen(15 tahun) , warga, Andrew Strucker(35 tahun), Jack Hawkeye(unknown), Raven Hawkeye(unknown), Helena Hills(unknown), Sam Lox(40 tahun), dll.
 
Chapter 1: The beginning
 
Happy Reading my first fanfic!!!
 
 
England, 13-09-1724

“Kejar bajingan itu jangan sampai Ia lolos!!” Teriak seorang Panglima kerajaan “Ia sudah membunuh Raja!!!”


Alex masih mendengar kalimat itu walaupun jarak antara ia dengan pengejarnya sudah cukup jauh….


Tap… tap… tap… tap... hah... hah... hah... Drap... Drap...


“itu dia!!! Siapkan senjata kalian!! kita akan memojokannya dijurang” Perintah sang Panglima
 

“Sial” pikir Alex ketika ia sudah berada dipinggir jurang


“tembak Dia!!!”


Srek.... tembak!!! Jduar...


“Ukh..”


“.... mungkin aku memang tidak pantas menjadi assassin seperti Jack Hawkeye sang master assassins di Spanyol” pikir Alex sambil bersiap melakukan lompatan dengan timah panas yang mennggores rusuknya cukup dalam


“ha ha ha ha.... kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi tikus kecil.” Ujar Panglima tersebut sambil tertawa “Kau sudah terjebak ditebing ini jadi menyerahlah!”
 
“Tidak semudah itu” Jduar.... “bajingan...” Ucap Alex sebelum diriku melakukan Leap Of Faith ke sungai dibawah sana.
 
“ Apa Kau Gila!!!! ” teriak si panglima itu.
 
Gelap dan gelap. Itulah yang kupikir... dan yang terakhir kuingat adalah aku terjatuh ke sungai dibawah sana
 
Byur...
 
Spanyol , 14-02-1576
 
   Aku berdiri diujung atap tower dan memandang dua orang Assassins didepanku.
 
“Fokuskan dirimu... konsentrasikan pikiranmu pada lompatan.... ” Ucap seorang Assassin yang berada dikiri yang tidak lain adalah Raven Hawkeye dan yang dikanan adalah Jack Hawkeye mentor Assassins Spanyol.
 
 
“Kau mengerti?” itulah yang dikatakan Raven saat ingin melompat
 
“tentu saja” jawab Jack dengan santai. Padahal sebetulnya Ia kurang paham apa maksudnya.
 
“baiklah kalau begitu melompatlah ke gerobak jerami itu!”
 
Jack tidak menjawab apa yang Ayahnya perintahkan... karena dia sedang memikirkan sorang wanita yang telah mengambil hatinya. Ya dia adalah Helena Hills, Wanita berambut panjang dan bergelombang.
 
“ hei ayo kita melompat...” ucap ayahnya sebelum Ia melompat ke 55 meter kebawah sana.
 
“huft... menyusahkan” itulah yang kata terakhir yangdiucapkannya sebelum menyusul ayahnya yang meloncat lebih dulu
 
Setelah itu gelap
Lalu
 
“Ugh...” erang Alex saat bangun dari ketidaksadarannya.
 
“Mimpi itu datang lagi...” ucap Alex setelah berhasil duduk.
 
“Cari dia!!! Kita harus memastikan Bajingan itu mati!!”
 
“Siap Sir!”
 
“fiuh.. untung saja aku terseret kearah semak-semak ini” pikir Alex setelah mendengar percakapan mereka diatas batu yang berjarak 5 meter dari tempatnya sekarang.
 
 
Berkshire, England, 15-09-1724
 
Normal POV
 
“ Siap sir ” ucap Alex kepada Mentor Assassins England Sam Lox.
 
Disinilah para Assassins tinggal di Windsor Castle. Tempat yang strategis untuk bertahan dari serangan maupun menyerang balik para penyerang. Kali ini Alex mendapat tugas membebaskan putri bangsawan Teressa Highen yang disekap oleh Shadow Company . Wanita berambut sebahu dan menggunakan kacamata. Sifatnya pun sulit ditebak terkadang Feminim terkadang sedikit tomboy.
 
“Shadow Company beraksi lagi ya?” Tanya Alex pada dirinya sendiri saat berjalan kearah kandang kuda “dan kali ini sasarannya adalah Teressa Highen. Argh... kenapa harus dia?! Dan kenapa Aku masih tidak bisa melupakannya”
 
FlashBack on
 
Normal POV
 
Berkshire, England, 19-05-1716
 
“selamat ulang tahunmu yang ketujuh!!” teriak seorang anak laki-laki kepada seorang anak perempuan yang cantik
 
“terima kasih Alex” jawab anak perempuan itu sambil tersenyum
 
“sama-sama Teressa, oh iya Aku lupa. Ini untukmu” ucap Alex sambil memberikan kue coklat kepada Teressa
 
Cup...
 
“eh eh.... ke-kenapa kau mencium keningku...” ucap Alex dengan muka yang merah karena malu
 
“karena aku sayang denganmu. Satu lagi terimakasih atas kuenya” jawab Teressa sambil berjalan pergi
 
FlashBack off
 
Alex Hawkeye POV
 
“tolong siapkan kudaku” kata Alex kepada penjaga kandang ketika ia sampai dikandang kuda
 
“siap Maestro Alex” jawab penjaga kandang itu lalu berlalu pergi kearah kuda Alex yang bernama Arthur
 
15 menit kemudian
 
“ini kudamu Maestro” ucap penjaga kandang itu
 
“Grazie Jevon” jawab Alex kepada penjaga kandang yang bernama Jevon
 
“Arthur, Kau siap?” Tanya Alex pada kudanya yang bernama Arthur. Dan dibalas dengan ringkikan “bagus ayo kita berangkat!!” ucapku sambil menyentakkan tali kekang kudaku.
 
“Teressa bertahanlahaku akan menyelamatkanmu” ucap Alex dalam hati sambil terus melaju kearah London
 
Drap.... drap.... drap....

 


Normal POV

London, England, 23-05-1716

Alex pun sampai ditempat tujuannya menara London. Tapi sebelum Ia menyelamatkan Teressa. Ia harus menggali informasi lebih dalam tentang tempat Teressa sekarang. Tujuan pertamanya adalah Kedai dipinggir jalan.

K-Café, London, England

“kau tahu wanita yang ditawan orang-orang misterius itu?” Tanya seorang pemilik kedai kepada seorang prajurit Inggris yang sedang mabuk

“ya ya aku tahu Wanita itu ditawan di tingkat tertinggi dimenara London hik... hik..” jawab prajurit sambil meminum beernya lagi.

Karena tertarik dengan percakapan kedua orang tersebut Alex pun mendekati mereka berdua lalu duduk disamping prajurit mabuk itu sambil memesan segelas wine.

“tolong Winenya...” ucap Alex sambil mendengarkan celotehan prajurit mabuk disampingnya

“ini sir” jawab Bartender sambil memberikan segelas Wine ke Alex

“terima kasih”

45 menit kemudian. Prajurit mabuk ditemukan tewas di pinggir jalan. Idak ada yang tahu tentang pembunuhan ini kecuali.... Alex sendiri.

30 menit yang lalu

“Prajurit mabuk itu akan pergi.. sebaiknya-ku ikuti saja dia” pikir Alex saat melihat prajurit itu akan pergi

“ini saatnya.” Pikir Alex sebelum melompat dan...

Snik... bruk..

“katakan bagaimana cara masuk ke menara London?!!” Tanya Alex kepada prajurit yang terbaring di bawahnya dengan luka gores yang cukup dalam di lehernya

“ti...tidak a..d..a y..y..ang bisa menerobos masuk... ta--” jawab prajurit itu di saat terakhirnya

“Bajingan... tapi mau bagaimana lagi... Rest In Pace” ucap Alex dengan pelan sambil menutup mata jasad prajurit itu dan membersihkan darah dibilahnya dengan mengusapkannya ke baju prajurit itu

“lain kali bersikaplah lebih lembut” pikir Alex memarahi dirinya sendiri sebelum beranjak pergi meninggalkan seorang prajurit yang berada dikubangan darah.
TBC

 
“Jangan sampai dendam membebani pikiranmu, saudaraku karna itu tidak ada manfaatnya” - Malik (Assassin's Creed Secret Crusade)
 
A/N:
Drap: suara langkah kuda
Tap: suara langkah kaki
Srek: suara senjata dikokang/reload