6/29/2013

Diantara

Diantara
Oleh: Angnes Sophia Laisina

Namanya Kirana. Perempuan yang sangat cantik dan hebat. Tapi, bukan itu yang menjadi alas an. Dia adalah perempuan yang selalu membuat gue memikirkannya. Bahkan, waktu dia di dekat gue sekalipun.udah hampir 3 tahun kami berpacaran. Tepatnya, semenjak kami masuk SMA ini, gue baru aja menyelesaikan Ujian Nasional. Time to relax. Hari ini gue mengajak Kirana buat makan siang bareng.gue janjian di salah satu rumah makan di daperah pasar baru. Memang jauh dari kata mewah. Tapi, gue bisa jamin rasanya nggak kalah dengan rumah makandi mal-all. Bahkan, jauh lebih enak.

“Udah lama?” baru sekali ini gue ngaret
“Lumayan.”
“yaudah langsung pesen aja. Kau mau apa?”
“samain aja. Aku baru pertama kali ke sini.”
“enggak mau liat daftar menunya?” Tanya gue
“Udah laper nih. Kamu cepet pilih gih.” Gue langsung memesan soto ayam campur kepiting. Menu kesukaan gue.
“makan banyak.” Gue melemparkan senyum kearahnya. Udah lama banget enggak seperti ini. Terlalu sibuk dengan dunia modelingnya.
“iya, Aku ikut lomba modelling. Yang kaliini aku bener-bener perjuangin banget, juara satu nya bakalan dikirim ke amerika. Sekolah model disana. Sumpah, aku harus menang. Kesempatan banget kan? Kau doain ya” Gue berhenti menyuap. Gue terus memperhatikan senyuman bahagianya. Gue bahagia kalau dia bahagia. Tapi, buat kali ini gue bener-bener gak merasa bahagia walaupun melihat senyuman yang biasanya selalu bikin gue ikutan tersenyum. Bukan hal yang sulit untuk Kirana. Dia selalu memenangkan lomba-lombanya selama ini.

“kok diem?”
“ha? Mm... besok aku cuma jemput aja?”
“emangnya kamu mau nonton?”akhir-akhir ini gue emang nggak pernah lagi mau buat nonton dia modelling. Belakangan ini gue emang berubah jadi egois. Gue merasa dunia dia yang satu ini perusak hubungan gue. Awalnya, gue menyuruhnya buat mengurangi jadwalnya. Tapi, dia bersikeras. Gue bisa apa? Itu mimpinya.
“engga juga sih”
“padahal aku kangen ditonton sama kamu.” Gue hanya tersenyum kecut. “besok jangan ngaret ya, Dim. Soalnya udah malem.” kata Kirana, dan Gue hanya mengangguk. Mood gue runtuh.

Gue menunggunya didalam mobil. Semoga kirana kalah. Semoga kirana kalah. Semoga kiran kalah. Tok tok tok. Gue menoleh ke jendela. Itu Kirana.
“Dimas, kamu harus liat aku bawa apa.” Dia membuka tasnya. Bukan piala. Bukan piala. Bukan piala
“TARAAAA! I’m coming boston” fuck! Kirana menggoyang-goyangkan bahu gue. Berusaha ngajak gue ikut dalam kegembiraanya. Dia masih terus tersenyum, gue mengarahkan mobil kejalanan.

“kamu kenapa sih? Kok kayak nggak mood gitu”
“cowok mana yang bakalan mood ngeliat pacaarnya bakalan pergi keluar negri?”
“kok kamu ngomong gitu? Kamu enggak seneng ngeliat aku seneng kayak gini?”
“bukan gitu, Na. di sini aja kamu enggak punya waktu buat aku. Gimana disana?”
“aku pergi bulan depan.” Ucapannya sangat dingin. Gue menepikan mobil.
“kamu seenaknya baget ya enggak mikirin perasaan orang?”
“apaan sih? Enggak usah childish. Kamu tau ini mimpi aku”
“dulu, kamu bilang kamu enggak pernah suka sama LDR. Apalagi yang kau gelutin itu modelling. Hubungan kita gimana?”
“emang aku gak pernah suka dan aku enggak mau buat nyoba”
“bisa tolong jelasin?” Tanya Gue yang bingung atas ucapannya barusan
“ putus. Mungkin kita harus putus.” Gue langsung menoleh. Memperhatikan wajahnya. Enggak ada ekspresi yang sekarang melekat di wajah gue.
“segampang itu?”
“yang aku kejar itu masa depan aku. Dan aku enggak pernah gampang buat dapetin itu. Waktu kecil, aku selalu diejek teman-teman aku karma dalu aku cacat tulang belakang. Sekarang aku cnatik. Dan aku cantik. Dan aku jadi juara pertama. Menurut kamu apa yang bakalan aku pilih? Kamu tau.”
“enggak ada jalan lain?” Tanya gue
“selalu ada lebih dari satu jalan kan dalam hidup? Kayak kata kamu. Tapi, kayaknya jalan yang lain terlalu beresiko. Terlalu nyakitin nantinya. Sakit sekarang aja. So far so good.
“ 3 tahun kita ilang segampang ini aja? Bisa kasih aku alesan karena pilih itu? Alesan pribadi?”
Harus selalu ada yang dipilihkan? Karena kamu, belum tentu jadi masa depan aku. Tapi model, ini sudah pasti.”

Haha, benar sekali, Gue emang belum tentu jadi masa depannya. That’s the point. Perempuan pintar. Masa lalu emang udah lewat, tapi dia bisa menentukan masa depan. Dan juga, masa sekarang. Untuk apapun yang kita pilih, semuanya menentukan kita nanti. Hal itu juga yang sekarang harus gue lakukan. Memilih, bukan hanya yang kita suka, tapi juga yang terbaik. Untuk 3 tahunini, gue diajarakan untuk memilih.

THE END

6/16/2013

Kendaraan perang milik AS

Berikut adalah daftar kendaraan perang terbaik milik Amerika Serikat menurut saya. dalam daftar ini kendaraan Udara, Darat, dan Laut pun termasuk.

1. Humvee

US Navy 060322-N-5438H-018 U.S. Army soldiers assigned to the Bravo Battery 3rd Battalion 320th Field Artillery Regiment along with Iraq Army soldiers from the 1st Battalion 1st Brigade 4th Division perform a routine patrol.jpg

Tipe: Kendaraan baja
Tahun Produksi: 1984-Sekarang
Tahun Pemakaian: 1984-Sekarang

dalam pemakaian Humvee dimedan tempur prajurit AS menggunakan Cal. 50 di bagian atas Humvee tersebut. Humvee dalam pemakaiannya berguna dalam pertahanan maupun penyerangan. contoh bahwa Humvee berguna dalam penyerangan: dalam film Black Hawk Down ketika para Rangers pergi kekota untuk menangkap milisi. Dan contoh bahwa Humvee berguna dalam pertahanan: dalam film The Avengers ketika kota sudah diserang oleh Loki dan kawan-kawan. berikut adalah versi-versi dari mobil Humvee:
  • M56 Coyote Smoke Generator Carrier
  • M707 Knight HMMWV
  • M966 HMMWV TOW Armored
  • M996 Mini-Ambulance, Armored
  • M997 Maxi-Ambulance, Armored
  • M998 Cargo/Troop
  • M998 HMMWV Avenger
  • M1025 Armament Carrier, Armored
  • M1026 Armament Carrier, Armored W/W
  • M1035 Soft-Top Ambulance
  • M1036 TOW Armored W/W
  • M1037 S-250/S-788 Shelter Carrier
  • M1038 Cargo/Troop Carrier W/W
  • M1042 S-250/S-788 Shelter Carrier W/W
  • M1043 Armament Carrier, Up-Armored
  • M1044 Armament Carrier, Up-Armored W/W
  • M1045 TOW Up-Armored Armor
  • M1046 TOW Up-Armored Armor W/W
  • M1069 Tractor for M119 105-mm Gun
  • M1097 Heavy
  • M1109 Up-Armored Armament Carrier

2. MIA2 Abrams

 Tank MIA2 Abrams 

Tipe: Kendaraan Lapis baja
Tahun produksi: 1979-sekarang
Tahun pemakaian: 1980-sekarang

Kali ini adalah Tank MIA2 Abrams, Tank ini dipakai dalam perang di Afganistan, di Iraq. Berbeda dengan Humvee, Tank ini memakai Cal. 50 sebagai senjata keduanya, sedangkan untuk senjata pertamanya Tank ini memakai 105 mm L52 M68 rifled cannon (M1) dan juga
120 mm L44 M256 smoothbore cannon (M1A1, M1A2, M1A2SEP) dengan 42 peluru.

3. F22-Raptor

 Two F-22s overflying snow-capped mountains.

Tipe: Pesawat tempur sekaligus siluman
Tahun Produksi: 1996-2012
Tahun Pemakaian: N/A

 4. UAV (Unmanned Aerial Vehicle)



Tipe: pesawat tanpa awak

pesawat ini digunakan untuk memata-matai pergerakan musuh. pesawat ini juga muncul dalam game Battlefield 2.

Sumber: Wikipedia



6/15/2013

The Last Assassins chapter 3



The Last Assassins



Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor Assassins.

Genre: Adventure/Romance

Rate: M for Strong language and blood.

Disclaimer: Ryuka Strucked

Warning: Typo, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY

Cast: Alex hawkeye , Teressa Highen , warga, Andrew Strucker, Jack Hawkeye, Raven Hawkeye, Helena Hills, Sam Lox, dll.



Chapter 3: Flashback!!

Berkshire, England, 01-06-1724

Normal POV

“aku kagum dengan kerjamu, bersih,cepat,dan rahasia” kata Sam Lox berdecak kagum. “Terimakasih, Master” jawab Alex sambil membungkuk memberi hormat kepada Masternya. “aku punya misi baru untukmu...” kata Sam Lox dengan sikap serius seperti biasanya. “aku mendengar Master” jawab Alex ketika dipersilahkan duduk oleh masternya.



“misimu kali ini pergi ke kota Boston, Massachusetts untuk membantu persaudaraan Assassins kita yang diserang pasukan Amerika. Kau mengerti?” ucap Sam Lox. “Aku mengerti Master” jawab Alex dengan singkat. Setelah berkata demikian, Alex pun keluar dari ruangan tersebut lalu masuk keruangannya sendiri.



“misi lagi... kapan aku bisa bertemu Teressa” gerutu Alex didalam ruangan pribadinya. “sebaiknya aku tidur dulu mala mini aku harus berangkat.” Ucap Alex dalam hatinya. Ketika Alex hamper tidur, ia dikagetkan oleh suara ketukan pintu. “pintunya tidak dikunci!” teriak Alex. “paling hanya pembersih ruangan” pikir Alex sambil membalikkan badannya.



“Alex!!! Kau malas sekali untuk membuka pintu!!” teriak seorang perempuan ketika pintunya sudah ditutup lagi. “tunggu... sepertinya aku kenal suara ini...” pikir Alex. “Bangun Malas!!!” teriak perempuan itu sambil melempar batu yang diambilnya sebelum masuk. “aw!!” teriak Alex kesakitan karena terkena lemparan tadi. “iya iya aku bangun Clarissa” erang Alex sambil mengaruk-garuk kepalanya. “apakah kau bisa tidak bisa membangunkan ku dengan lembut?” Tanya Alex. “tidak...” itulah jawaban yang diterima Alex dari Clarissa.



“kau mau apa?” Tanya Alex sekali lagi. “aku akan tinggal disini selama kau pergi ke Massachusetts.” Jawab Clarissa. “pasti Master yang memberi tahu dia” pikir Alex sambil beranjak dari kasur dan mulai mengemas perlengkapan untuk pergi nanti. Ketika Alex selesai mengemas barang ia pun mengucapkan salam perpisahan kepada adiknya. “jaga tempat ini jangan dikotori...” Nasihat Alex. “jaga dirimu kak” ucap Clarissa sambil memeluk kakaknya, “aku pergi dulu...” kata Alex sebelum menutup pintu.



Ketika Alex sedang berjalan kearah kandang kuda. Ia  dikagetkan oleh seseorang yang memegang bahu kirinya. Alex pun terkejut dan berbalik, Ia pun kaget ketika melihat orang yang memegang bahu kirinya adalah.... “Teressa! apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Alex dengan kaget karena yang ia temui sekarang adalah Teressa. “aku hanya ingin berterima kasih denganmu dan Mastermu.” Jawab Teressa sambil tersenyum. “kau mau pergi?” Tanya Teressa yang terdengar sedih. “ya...” jawab Alex dengan nada iba karena melihat Teressa hamper menangis. “Hei, kau kenapa menangis? Aku pasti akan pulang” ucap Alex ketika melihat Teressa mulai menangis. “tapi, tak bisakah kau pergi besok?” Tanya Teressa sambil terisak-isak. “tidak, baiklah agar kau tidak menangis lagi ikut aku!”.



“kenapa kau membawaku ke sungai ini?” Tanya Teressa kebingungan ketika tempat yang ditujunya dalah pohon yang dulu sering dipanjatnya bersama Alex. “kau,ingat pohon ini?” Tanya Alex. “tentu, dulu kita sering memajta pohon ini kan?” jawab Teressa, “bagus, kalau kau masih ingat... aku jadi ingat ketika kau jatuh dari pohon ini dan menangis. Jadi aku harus menggendongmu pulang, dan ketika sampai dirumahmu aku dipukul oleh Ayahmu karena Ia mengira aku menjatuhkanmu...” Ucap Alex yang membuat wajah Teressa memerah. “jangan ingatkan aku tentang itu.” Balas Teressa sambil memukul bahu Alex pelan. “kenapa? Kau malu” goda Alex yang makin membuat wajah Teressa semakin memerah. “yah, semenjak itu aku tidak diperbolehkan menemuimu lagi oleh ayahmu. Setiap aku pergi kesana pelayanmu selalu bilang kau sedang tidur, kau sedang pergi, kau sedang bla bla bla” ucap Alex sambil meniru suara pelayan Teressa. “hahahaha” tawa Teressa ketika mendengar suara pelayannya yang ditiru Alex. “hahaha, Alex Suaramu mirip dengannya”.



Alex pun tersenyum ketika ia berhasil membuat Teressa tertawa. “aku senang, kau kembali tertawa” ucap Alex sambil medekat ke Teressa. “h-h-hei kau mau apa?!” kata Teressa terbata-bata karena melihat Alex mendekatkan wajahnya kearahnya. Dan saat itu juga kecupan hangat dari bibir Alex mendarat di bibir Teressa dengan mulus. “ayo kita pulang” ajak Alex kepada Teressa yang masih terkejut dengan kejadian barusan.



Dan, pada Malam harinya dengan berat hati Alex pun meninggalkan Berkshire untuk pergi menjalani misi barunya yaitu pergi ke boston. “hati-hati dijalan kak..” Nasihat Clarissa. “aku akan hati-hati tenang saja” jawab Alex tidak lupa dengan senyum khasnya “aku pergi dulu Clarissa” ucap Alex sembari mengarahkan kudanya ke pelabuhan. Ditengah angin malam yang dingin, Alex Hawkeye menaiki perahu yang disiapkan Persaudaraan Assassins dipelabuhan. “kapan aku akan kembali?” ucap Alex dalam hati ketika barangnya diangkut oleh seorang porter.


To Be Continued

6/06/2013

Mohon Maaf karena tidak nge-post cerita selama beberapa hari terakhir

Mohon maaf untuk beberapa waktu ini saya tidak bisa nge-post cerita karena belum ada ide baru dan minggudepan saya UKK.

5/26/2013

The Black Knight



The Black Knight



Summary: kisah dari sebuah squad yang terjebak ditengah peperangan yang meletus
Genre: Adventure
Rate: N/A
Disclaimer: Ryuka Strucked
Warning: Typo, OOT dll.
Cast: Tom Xaver (sebagai Squad Leader Black Knight dengan menggunakan Sniper kit), Max Mewning (sebagai ahli komunikasi menggunakan Spec Ops kit), John Prox (sebagai crusher menggunakan Anti-Tank kit), dan Mark Podolski (sebagai medis menggunakan medic kit) 
Mari kita mulai cerita ini


Black Knight main base, 13-Mar-2041 12:44:34 P.M.

Tom Xaver POV


“hei Leader kenapa kita tidak membeli persenjataan yang lebih modern, dan kenapa kau masih menyuruh kai menggunakan senjata kuno ini” Tanya John yang tentu saja tidak kujawab. Dipojok ruangan terdengar suara Mark mejawab pertanyaan konyol John barusan. “sudah Leader katakan berkali-kali “kita tidak boleh mengandalkan senjata modern itu, karena itu hanya memanjakan diri kita sendiri” harus dikatakan berapa kali agar kau mengerti?”

“sampai aku tidak menanyakan hal itu lagi” jawab John sambil berlalu keluar. “Orang itu!!!” geram Mark “hei, sudahlah tenang” ucapku menenangkan Mark yang emosinya sudah tinggi.

“ada apa?” jawabku ketika gagang teleponnya sudah kuangkat. Setelah berbicara cukup lama aku pun menutup telepon dan memanggil semua Member Squad Black knight agar berkumpul.

“baik, misi kita kali ini adalah menghalau lajunya pergerakan musuh di New York” ucapku mengawali rapat kali ini “ada pertanyaan?” “sir, apa persenjataan mereka?” Tanya Max. “kita tidak mengetahuinya karena UAV kita dihancurkan. Apa ada pertanyaan lagi?” “apa kami harus membawa Night Vision?” kali ini John yang bertanya. “pertanyaan yang bagus, kalian harus membawa night vision, dan beberapa granat karena informasi yang terakhir didapat mereka menggunakan 10 robot dimasing-masing area. Tidak ada yang bertanya lagi?”.

“baiklah kalau begitu bersiaplah kita berangkat malam ini!” ucapku sambil memasukkan beberapa Ammo kesaku-ku.

Black Knight main base 13-Mar-2041 10:36:15 P.M.

“kalian siap anak-anak?!” teriakku saat melihat mereka sedang memakai parasut. “kami selalu siap” jawab mereka kompak. “baik jadi rencana kita adalah menahan pergerakan musuh sampai presiden dievakuasi, kalian mengerti?!” “siap” jawab mereka.

15 menit setelah keberangkatan
Normal POV

“kau pernah melakukan ini?” Tanya John ke Max. “ya, Aku pernah melakukan ini, tapi itu sangat lama sekali” jawab Max. “baiklah, ketika kita sudah mendarat kita harus bergerak cepat ke restoran Beef Café. Kalian mengerti?” kata Tom yang diakhiri dengan pertananyaan darinya. “baiklah kalau tidak ada yang bertanya.sekarang ayo melompat” perintah Tom.

“New york I’m coming!!!!” teriak Max dan John bersamaan

“tenanglah, ini tidaklah sulit” ucap Tom menenangkan Mark yang ketakutan karena ini pertama kalinya ia terjun menggunakan parasut.

“b-baiklah...” jawab Mark sambil berjalan ke pinggir tepian pintu muatan

“Just like old times..” pikir Tom sebelum menyusul pasukan Squadnya

5 menit setelah penerjunan
beef café

“oke, sekarang kita menyebar. tapi sebelum kita melaksanakan misi ini sebaiknya kita mengisi perbekalan karena kita tidak tahu berapa lama kita menjalankan misi ini”

TBC

5/04/2013

The Last Assassin chapter 2

The Last Assassins

Summary: Seorang Assassin yang mengikuti jalan seorang Mentor Assassins.

Genre: Adventure/Romance

Rate: M for Strong language and blood.

Disclaimer: Ryuka Strucked

Warning: Typo, OOT, dan kekurangan lainnya, penanggalan menggunakan DD-MM-YYYY
Cast: Alex hawkeye , Teressa Highen , warga, Andrew Strucker, Jack Hawkeye, Raven Hawkeye, Helena Hills, Sam Lox, dll.

A/N: maaf kalau ceritanya dibuat seperti paragraph padahal chapter 1nya enggak dibuat seperti paragraf

Chapter 2: Shadow Company


Normal POV

London, England, 24-05-1716

Central Library, London, England

“jadi tinggi menara itu sekitar 27 meter dan ada 2 jalan satu melewati pintu dilantai pertama dan yang 1 lagi adalah memanjat” pikir Alex sambil melihat struktur Menara London disalah satu buku lalu Alex pun menyobek kertas itu dan memasukkannya ke saku bajunya.

“Malam ini Aku harus menyelamatkan Teressa” ucap Alex menyemangati dirinya lalu beranjak pergi

Pada malam harinya Alex pun mulai memanjat pertahanan luar menara London tanpa diketahui oleh para penjaga. Dan ketika berada diatas Alex pun mendekati salah satu penjaga yang setengah tertidur. Ketika ia berada dibelakang penjaga itu Alex pun meregangkan kedua tangannya lalu ia melompat ke penjaga itu lalu tangan kanannya digunakan untuk menahan teriakan si penjaga sedangkan tangan kirinya digunakan untuk menusuk leher penjaga itu hingga tembus cukup dalam. Penjaga itu pun mati dalam hitungan detik.

Satu persatu prajurit dipertahanan luar gugur. Dan ketika prajurit terakhir sudah jatuh Alex pun masuk ke dalam menara London melewati pintu yang tidak dijaga. Lalu ia mulai pencarian tempat Teressa ditawan. Alex pun berhenti melakukan pencariannya ketika ia melihat sebuah pintu yang dijaga seorang prajurit bertubuh besar. Sambil merayap ditembok Alex pun mendekati prajurit dan melempar sebuah pisau kearah jantung prajurit itu. Pisau itu berputar 2 kali sebelum menancap dijantung prajurit itu.

Setelah Alex rasa cukup aman, ia pun keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil pisau di mayat prajurit tadi. Setelah itu Alex pun membuka pintu yang tadi dijaga dengan perlahan. Dan ketika pintu dibuka sepenuhnya terlihat 2 orang prajurit yang sedang tidur di meja yang berjarak 1 meter dari tempat Teressa.

“hmph!!!” teriak Teressa namun suaranya teredam oleh kain yang menyumpal mulutnya. Alex pun dengan cepat mengeluarkan belati dari pinggangnya dan bilah tersembunyi miliknya secara bersamaan. Lalu kedua prajurit itu sepertinya terkejut melihat kedatangan seorang assassin secara tiba-tiba.

Saat prajurit pertama baru bangkit ia sudah kehilangan keseimbangan dan kembali jatuh terduduk dan terlihat sebuah pisau menancap didadanya dan memuncratkan darah segar. Lalu Alex berguling kekanan tepat pada saat prajurit satu lagi melemparkan pisau kecil dari saku bajunya. Pisau itu berada beberapa inchi dari kepala Alex. “fiuh hampir saja” syukur Alex dalam hatinya. Sebagai serangan balasan Alex melompat dan menusukkan bilahnya ke leher prajurit terakhir itu.

Setelah itu prajurit itu terjatuh dengan suara berdeguk yang memualkan. Setelah mengambil pisau dari prajurit pertama Alex memotong tali yang mengikat pergelangan tangan dan kaki Teressa. Lalu Teressa pun membuka kain yang menyumpal mulutnya sendiri. “Terima kasih. Tapi siapa kau?” Tanya Teressa sambil menatap Alex dengan bingung. “Kau akan tahu siapa aku sebenarnya... Aku adalah orang yang kau lupakan” jawab Alex yang membuat Teressa tambah bingung. “lalu siapa yang menyuruhmu menyelamatkanku?” Tanya Teressa dengan nada jengkel. “Lox, Sam Lox. Kau kenal dia?” Tanya Alex. “ya aku kenal dia. Dia adalah master assassins bukan?” jawab Teressa sambil memiringkan kepalanya sedikit.

“cepat kita harus pergi!!!” ucap Alex setelah ia mendengar teriakan-teriakan dari prajurit lain. “lewat sini..” kata Alex sambil menarik tangan Teressa. PRANG!!!!. “Teressa... Kau harus lompat ke kereta yang dipenuhi jerami itu.. kau mengerti?” Perintah Alex sambil menunjuk gerobak jerami yang terparkir dibawah. “Aku mengerti. Tapi sebelum aku meloncat beri tahu dulu siapa dirimu?” “aku Alex” jawab Alex untuk menjawab pertanyaan Teressa sebelum ia melompat. “k-kau Alex Hawkeye?” Tanya Teressa. Namun Alex tidak menjawabnya Alex lebih memilih mendorongnya ke gerobak dibawah yang sudah disiapkan.

“Terima kasih Alex!!!” teriak Teressa sebelum dibawa pergi oleh seekor kuda. Setelah melihat kepergian Teressa, Alex pun membalikkan badannya dan melawan 6 musuhnya yang baru saja masuk dan menatap Alex dengan ngeri. “bagus... ketakutan mereka adalah senjata utama bagiku sekarang. Semakin mereka takut semakin mereka mudah dikalahkan” pikir Alex. Ia pun mulai maju selangkah demi selangkah dan.... dengan bidikan yang mematikan ia melempar 2 pisau untuk membunuh 2 prajurit yang baru saja tiba. 2 jatuh sisa 4. Alex pun menerjang prajurit yang masih terkejut dengan pembunuhan kedua rekannya. Dengan menusuk kaki kanannya lalu menebas kepalanya ia pun mati dengan cepat. 1 jatuh lagi sisa 1. Alex pun berbalik dan menahan pedang prajurit terakhir itu. “dia sudah pulih dari keterkejutannya” pikir Alex. Suara denting baja pun terdengar, pada akhirnya Alex melancarkan serangan penutup dengan berlari, lalu berguling kebelakang prajurit itu dan menusuk rusuknya dari belakang.

Sekarang Alex berdiri di genangan darah dikelilingi oleh 6 mayat prajurit yang berserakkan. “sial...” gerutu Alex saat melihat luka tusuk luar diperutnya.

4/14/2013


5 Tempat menarik di Moskow
Bila Anda kebetulan mengunjungi Moskow tapi tak punya banyak waktu, jangan kecewa. Hematlah waktu Anda dan langsung kunjungi lima tempat paling menarik di Moskow berikut ini.



Lapangan Merah
5 Tempat Menarik di Mosko …
Dibangun pada abad ke-15, Lapangan Merah (Red Square) adalah alun-alun khas Moskow yang awalnya berfungsi untuk kegiatan publik seperti perayaan keagamaan, pembacaan pengumuman pemerintah bahkan eksekusi hukuman mati. Lapangan ini dulu bernama Trinity Square karena katedralnya dulu bernama Trinity Cathedral.



Kremlin
5 Tempat Menarik di Mosko …
Mendengar nama “Kremlin” rasanya seram dan sangat “tirai besi”. Maklum, Kremlin merupakan nama  julukan yang diberikan kepada penguasa tertinggi Soviet pada tahun 1922-1991. Namun sebenarnya nama Kremlin berarti benteng, dan banyak kota-kota lain di Rusia yang memiliki kremlin.
Kremlin adalah sebuah kompleks bangunan bersejarah yang terletak di tengah kota yang masing-masing sisinya berbatasan dengan sungai Moskow di selatan, Katedral St. Basil di timur dan taman Alexander di barat. Beberapa gereja khas Rusia dengan kubah-kubah emasnya sangat cantik. 



Bolshoi Theatre
5 Tempat Menarik di Mosko …
Bolshoi adalah sebuah perusahaan balet terkemuka di dunia. Gedung pertunjukannya ada di Moskow dan St. Petersburg. Idealnya, ke Rusia jangan sampai melewatkan pertunjukan balet Bolshoi di teaternya yang memiliki interior mewah dan akustik luar biasa. Namun jadwal pertunjukan Bolshoi tidak selalu ada tiap hari, apalagi harga tiketnya juga tidak murah. Maka bila Anda tidak dapat menonton pertunjukannya, cukup datangi saja gedung teater Bolshoi dan nikmati kemegahan serta keindahannya. 



Stasiun kereta bawah tanah
5 Tempat Menarik di Mosko …
Kereta bawah tanah atau subway Moskow adalah salah satu yang paling dalam di dunia (jalur yang paling dalam sampai 84 meter ke bawah tanah) dan memiliki stasiun yang memiliki desain unik dan megah. Setiap stasiun bagaikan galeri seni. Masuk ke dalam stasiun bawah tanah Moscow akan langsung terasa “dingin” dan berbeda, apalagi dibandingkan dengan stasiun bawah tanah negara-negara Barat yang dibuat sangat fungsional.


Jembatan Luzhkov
5 Tempat Menarik di Mosko …
Di Moskow, Jembatan Luzhkov menjadi tempat para pengantin memasang gembok tanda kekekalan cinta. Biasanya mereka terlebih dahulu berfoto di pelaminan yang terbuat dari batu di ujung jembatan, kemudian dilanjutkan berjalan ke jembatan untuk memasang gembok. Di atas jembatan tersedia beberapa pohon besi untuk menggantungkan gembok dengan ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi, juga ada nama pengantin pria dan wanitanya. Ini adalah wisata unik dan gratis!


Sumber: Terselubung